Gaya millenial belanja Al-Qur'an dan produk Islami

Alasan / Hikmah Pernikahan Dini Aisyah Istri Rasulullah saw.

Hikmah pernikahan Aisyah ra. dengan Rasulullah saw. sering kali dijadikan bahan untuk mengolok-olok Islam, terutama para orientalis yang membenci Islam, terutama pada Aisyah Istri Rasulullah.

Perlu kami ingatkan terlebih dahulu, khususnya bagi muslim yang banyak terpengaruh postingan menyesatkan yang ikut memberikan komentar negatif terhadap Rasulullah saw. Bahwa, semua pernikahan Nabi Muhammad tidak ada satu pun yang dilandasi oleh nafsu, melainkan karena wahyu Allah swt.

Simak hadis singkat berikut ini:

Rasulullah SAW bersabda kepada Aisyah, “Aku melihat engkau (Aisyah ra.) dalam mimpi sebanyak 2 kali. Aku melihatmu berada di bilik yang terbuat dari kain sutera. Terdengar ada suara berkata, “Inilah istrimu.” Kemudian, aku membuka tirai muka itu dan terlihat jelas tampak wajahmu,” Maka aku katakan,  “Sesungguhnya kejadian ini adalah atas kehendak Allah SWT.” (HR. Bukhari)

Sangat jelas dari hadis di atas bahwa pernikahan ini terjadi karena perintah Allah swt. melalui mimpi yang hakiki. Bukan karena mengada-ngada.

Setelah mimpi yang dialami itu, beliau lalu mengutus Khaulah binti Hakim, isteri Usman bin Mahzun untuk kemudian meminang Aisyah ra. kepada keluarga Abu Bakar Shiddiq. Yang mana beliau juga adalah sahabat paling dekat Nabi waktu itu.

Tapi Abu Bakar As-Shiddiq tidak langsung menerima dengan alasan:

  1. Sungkan dan merasa Aisyah tidak pantas untuk baliau yang merupakan Rasul Allah.ALASAN hikmah pernikahan aisyah istri rasulullah muda dini
  2. Aisyah adalah anak saudaranya sendiri (Nabi maksudnya). Sebagaimana dalam hadis: ‘Sesungguhnya aku ini saudaramu’. Nabi menjawab, ‘Iya, engkau saudaraku dalam agama Allah dan Kitab-Nya dan ia (anak perempuanmu) itu halal bagiku’.” (HR. Bukhari).
  3. Karena Mut’im bin Ady pernah merencanakan menjodohkan anaknya dengan Aisyah ra., sedangkan Abu Bakar adalah orang yang selalu menepati janji. Tapi dibatalkan sepihak oleh Mut’im bin Ady sendiri karena alasan Abu Bakar dan Keluarganya sudah masuk Islam.

Baca dulu : Kenapa Kentut Membatalkan Wudhu

Alasan Nabi Menikahi Aisyah di Usia Muda

Catatan penting untuk diketahui, buat yang menghujat usia pernikahan dini Aisyah ra. Perlu kiranya mengetahui beberapa hikmah dan bahkan fakta berikut ini:

Pertama, Rasulullah tinggal bersama Aisyah setelah umurnya 9 tahun, yaitu baru pada tahun ke dua hijrah. Akan tetapi Abbas Mahmud Aqqad dalam “aṣ-Ṣiddīqah Binti aṣ-Ṣiddīq” menyampaikan bahwa umur Siti Aisyah ketika berbulan madu dengan Nabi tidak kurang dari 12 tahun dan tak lebih dari 15 tahun.

Dari sini jelas, bahwa walau Aisyah dipinang di usia 6 tahun, tapi kehidupan rumah tangga yang sesungguhnya baru dijalani di usia 12 tahun keatas berdasarkan data di atas.

Kedua, Orang-orang pada masa Rasulullah tidak ada yang mengkritisi usia pernikahan tersebut, bahkan 100 tahun setelah wafatnya beliau.

Umumnya, orang-orang di zaman sekaranglah yang melakukan kritik, bahkan hinaan tersebut. Tapi di masa nabi, bahkan Arab jahiliyah pun tidak melakukannya.

Ini karena sebelum Nabi sendiri diperintahkan meminang Aisyah ra., bahkan sudah ada yang meminangnya terlebih dahulu. Ini artinya budaya pernikahan dini adalah budaya waktu itu. Walau demikian, faktanya bulan madu baru terjadi di usia 12 thn ke atas.

Ketiga, di Amerika Serikat pada abad ke-17 pernikahan di usia 9-12 tahun merupakan sesuatu yang normal.

Bayangkan, negara yang didominasi non muslim saja tidak mempermasalahkan walau jaraknya beratus tahun dari masa kenabian. Lalu kalau kamu bersuara lantang soal ini, apa dasarmu? Kasi fakta, jangan hinaan tak beralasan.

Keempat, di abad ke 12, menikah di usia 12 tahun atau yang lebih muda dianggap normal bagi Gereja Katolik.

Nah, buat yang nasrani, bahkan pendeta sekalipun, harusnya tau fakta ini. Tidakkah kamu malu, sesuatu yang dipihakmu sendiri dibolehkan, tapi kamu jadikan ini alasan untuk mengkritik agama kami.

Kelima, Anak perempuan Rasulullah SAW, Ruqayyah, menikah di usia 9 atau 10 tahun dengan Utbah bin Abu Lahab, tapi bercerai. Tapi tidak ada yang mengkritisi ini. Direktur Legacy Institute Amerika Serikat, Syekh Hasib Noor, mengatakan pernikahan Nabi SAW dengan Aisyah pada usia tersebut benar-benar normal di masyarakat.

Hikmah Pernikahan Rasulullah saw dengan Aisyah di Usia Dini

Dengan usia Aisyah ra. yang masih muda maka ia akan mudah menghafal segala kejadian dalam kehidupan rumah tangganya dengan Rasulullah.

Sebagaiamana diketahui, bahwa seperempat hadits-hadits hukum syariat diriwayatkan dari jalur Aisyah ra., yaitu sebanyak 2210 hadits. Karena beliau juga dikenal sebagai istri nabi yang intelektualitasnnya sangat tinggi.

Dan seandainya, Nabi tidak menikah dengan Aisyah maka banyak peristiwa yang terjadi dalam keluarga Rasul yang tidak sampai kepada kita karena semua Istri beliau selain Aisyah sudah berumur.

Selain itu, karena pernikahan dengan wanita yang belum pernah menikah dan sudah menikah tentu berbeda, terutama interaksi antara suami istri dalam pergaulan kehidupan sehari-harinya.

Tentu ini perlu, untuk dicatat dalam memori seorang istri yang belum pernah menikah sebelumnya yang nantinya menjadi rujukan bagaimana cara berumahtangga yang Islami.

Seperti pertanyaan “Bolehkah suami dan istri mandi dalam satu bejana?” Tentu Abu Bakar, Umar dan sahabat lain, sekalipun ia perempuan, tidak akan bisa menjawab ini kalau bukan karena Aisyah ra. Yang mana dijawab oleh beliau “Boleh, aku pun pernah mandi bersama Rasulullah dalam satu bejana…” (HR. Muslim).

Menurut hemat penulis, hikmah Pernikahan Dini Aisyah Istri Rasulullah saw. demi kemaslahatan umat muslim, terutama soal hadis-hadis tuntunan berumah tangga. Sama sekali bukan karena nafsu Rasulullah saw. Sangat jauh dari itu. Wallahu ‘alam bis-shawab!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d blogger menyukai ini: