Gaya millenial belanja Al-Qur'an dan produk Islami

Hukum Menabrak Kucing Tidak Sengaja Menurut Islam. Wajibkah Mengubur?

Jumpa lagi teman-teman TrendQuran Family. Di kesempatan ini kita akan mengulas soal kucing, tapi bukan soal kucing lucu Angora atau pun Persia, melainkan soal bagaimana hukum menabrak kucing tidak sengaja menurut Islam dan apakah wajib mengubur kucing mati yang kita tabrak?

Nah, Jawabannya akan diulas sesuai sunnah dan sumber terpercaya.

Tapi sebelum itu, jangan lupa subscribe dan share artikel dan video di bawah ke berbagai sosial media. Karena “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” (ayat al Qur’an)

Satu lagi, simak video ini sampai selesai biar tidak salah paham.

Bicara soal kucing, maka akan lebih tepat kalau kita merujuk pada kehidupan Rasulullah, karena dialah panutan umat muslim dalam segala hal, termasuk bagaimana seharusnya memperlakukan hewan dalam ajaran Islam.

Dalam beberapa literatur disebutkan bahwa kucing merupakan salah satu hewan kesayangan Rasulullah Sollallahu Alaihi Wasallam.

Dahulu, Rasulullah memiliki seekor kucing yang ia beri nama Muzza. Dalam kisahnya disebutkan bahwa beliau senang menggendong Muzza dan meletakkan Muzza di pahanya setiap kali menerima tamu di rumah.

Dan juga dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa suatu hari, ketika Rasulullah mendengar suara azan dan akan mengambil jubahnya dilantai untuk salat, Beliau lalu melihat kucing itu sedang tidur di atas jubah.

Karena, melihat Muzza lagi tidur nyenyak, Nabi tidak membangunkannya.

Dan karena sifatnya yang sangat mulia, waktu itu Rasulullah malah memotong sebagian jubahnya yang ditiduri oleh Muzza dan membiarkan Muzza dalam keadaan masih tidur di atas potongan jubah tersebut.

Dan ketika Nabi kembali lagi ke rumah setelah salat, Muzza si kucing tersebut terbangun dan tampak menundukan kepalanya di hadapan Rasulullah.

Rasulullah lalu dengan kasih sayangnya ia mengelus badan kucing tersebut dengan lembut. Inilah bukti bahwa Rasulullah adalah seseorang yang memiliki hati dan sikap yang lembut dan penyayang.

Masih soal cinta kucing, Rasulullah juga pernah menyampaikan kepada para sahabatnya bahwa kucing hendaknya disayangi seperti menyayangi keluarga sendiri, sebab Allah akan memberikan pahala apabila umat Islam menyayangi dan memelihara kucing.

Baca dulu: 5 Amalan agar Selamat Melewati Shiratal Mustaqim

Hukum Menabrak Kucing Tidak Sengaja Menurut Islam. Wajibkah Mengubur?

hukum menabrak kucing tidak sengaja dalam islam wajibkah mengubur

Jadi teman-teman TrendQuran Family, soal bagaimana sebaiknya memperlakukan kucing, selain dari pesan Rasulullah tersebut, hal ini sebenarnya mudah dipahami jika kita merujuk pada hadis yang menyebutkan bahwa.

“Ada seorang wanita yang diadzab karena seekor kucing. Dia kurung seekor kucing sampai mati, sehingga dia masuk neraka. Dia tidak memberinya makan, tidak pula minum, dan tidak dilepaskan sehingga bisa makan binatang melata tanah.” (Hadis Riwayat Bukhari dan Muslim)

Jadi, mafhum mukhalafah-nya atau perbandingan terbaliknya, jika menyiksa seekor kucing adalah dosa, maka menyayangi seekor kucing pun tentunya menjadi pahala bagi seseorang.

Di samping itu, karena salah satu tanda cinta seseorang pada yang dicintainya adalah dengan mencintai apa yang dicintai orang yang dicintainya atau kekasihnya.

Artinya, jika kucing adalah salah satu binatang yang disayangi Rasululullah maka mencintai kucing adalah bagian dari cinta kita kepada Rasulullah.

Lalu, bagaimana jawaban dari tiga pertanyaan inti kita di awal video ini sahabat TrendQuran Family?, yaitu soal

1. bagaimana hukum menabrak kucing tidak sengaja menurut islam, dan

2. apakah wajib mengubur kucing yang mati karena kita tabrak?

3. kalau mau mengubur, bagaimana sebaiknya mengubur kucing yang mati?

Oke, kita jawab yang pertama dulu! https://www.youtube.com/watch?v=Kgshc5G2eZg

Jawabannya ada pada Al-Qur’an surah al-Ahzab ayat 5, yaitu

“Tidak ada dosa bagi-mu untuk perbuatan yang kamu tidak sengaja, tetapi (yang ada dosa) apa yang disengaja oleh hatimu.” (QS. al-Ahzab 5)

Dengan kata lain, apabila menabrak kucing disebabkan oleh ketidaksengajaan maka si penabrak tidak akan menanggung risiko apapun. Karena dasar hukumnya adalah tidak sengaja, dan suatu perbuatan yang tidak disengaja bukanlah termasuk dosa.

Bahkan, sebagaimana dikutip dari Dream dot co dot id

Dr. Soleh Al-Fauzan pernah ditanya tentang hukum menabrak kucing. Lantas jawaban beliau,

“Jika hal tersebut tidak memungkinkan lalu Anda melindasnya tanpa kesengajaan ingin menghabisi nyawanya karena Anda tidak bisa menghentikan kendaraan secara mendadak, maka Anda tidak berdosa.”

Kecuali, kalau teman-teman mengendarai motor ugal-ugalan di kompleks dan yang tertabrak kucing angora atau Persia milik orang, nah itu baru harus ganti rugi ke pemiliknya.

Tapi itu tadi bila kita tidak sengaja menabraknya. Lalu bagaimana bila sengaja menyiksa atau sengaja menabrak kucing?

Nah, perlu teman-teman ketahui bahwa kucing tidak termasuk dalam salah satu hewan yang dibolehkan untuk dibunuh, bahkan jika ia mengganggu.

Karena pada dasarnya, dalam Islam ada beberapa hewan yang boleh dibunuh jika hewan itu mengganggu atau mengancam keselamatan kita, yaitu sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa

“Lima hewan yang semuanya jahat (mengganggu), boleh dibunuh walau di tanah suci; burung gagak, burung hering, anjing yang suka melukai, kalajengking dan tikus.” (HR. Muslim)

Tapi sebenarnya bukan cuma kucing, bahkan semua hewan, selain yang disebutkan di atas, Rasulullah melarang membunuhnya.

Hewan apakah itu?

Ya, hewan-hewan yang tak mengganggu yang dibunuh tidak untuk dikonsumsi. Sebagaimana disebutkan dalam hadis bahwa,

‘Jika ada orang yang membunuh seekor burung atau yang lebih kecil dari itu, tanpa alasan yang benar, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban hal itu kepadanya.’ Para sahabat bertanya ‘Ya Rasulullah, Apa haknya?’ ‘Dia sembelih untuk dimakan, tidak mematahkan lehernya kemudian dibuang.’ (Hadis riwayat Nasai)

Perhatikan kalimat “burung atau yang lebih kecil dari itu”. Itu artinya, semut sekalipun, jika dibunuh tanpa alasan yang benar maka itu terhitung sebagai dosa.

Nah, sekarang mari kita jawab pertanyaan soal “apakah wajib mengubur kucing yang mati karena kita tabrak?

Sebelum itu, biar ada gambaran, coba simak hadis soal seekor kambing yang mati berikut ini

Disebutkan bahwa

Dari Ibnu Abbas, ia berkata Hamba milik Maimunah pernah diberi sedekah seekor kambing, kemudian kambing tersebut mati. Ketika Rasulullah Sollallahu Alaihi Wasallam melintasi dan melihatnya, beliau berkata; Kenapa tidak engkau ambil kulitnya kemudian engkau samak sehingga dapat memanfaatkannya? Mereka berkata; Ia telah menjadi bangkai. Beliau menjawab; Sesungguhnya yang dilarang adalah memakannya. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

Dari hadis tersebut, jelas bahwa nabi hanya memerintahkan mengmbil apa yang bisa dimanfaatkan dari kambing yang mati tersebut. Tidak soal apakah dikubur atau tidak.

Tapi tenang teman-teman, karena ada referensi yang lebih tepat soal bagaimana memperlakukan kucing yang mati, yaitu sebagaimana dijelaskan oleh Lajnah Ad-Daimah

Jadi, Lajnah ad-Daimah ini teman-teman adalah Komisi Fatwa dan Kajian dari Dewan Ulama Senior Arab Saudi

Jadi, Lajnah Ad-Da’imah yang dipimpin oleh syaikh Bin Baaz rahimahullah pernah dimintai fatwa dalam masalah ini.

Terjemahan pertanyaannya berbunyi seperti ini

“Aku ingin bertanya mengenai hewan seperti ular dan hewan melata atau selainnya dari hewan-hewan yang ada. Jika Allah takdirkan aku membunuh hewan tersebut apakah aku harus menguburkannya atau boleh bagiku untuk membiarkannya saja diatas bumi? Akan tetapi aku tidak membiarkannya saja ketika membunuhnya dan aku menguburkannya. Dan aku tidak mengetahui apakah perbuatan aku ini salah atau benar. Maka berilah fatwa kepada kami.”

Kemudian dijawab oleh Lajnah Ad-Da’imah begini

“Perkaranya adalah perkara yang luas, boleh kamu melakukan keduanya, karena tidak ada nash yang mensyariatkan untuk menguburkan hewan yang sudah mati dan tidak ada yang melarangnya. Akan tetapi yang lebih utama bagimu adalah menguburkannya agar tidak ada satu orang pun yang terganggu darinya.”

Jadi jelas kan? Mengubur kucing yang mati tertabrak atau pun karena alasan lain itu tidak wajib. Namun, sekalipun begitu, mengubur bangkai kucing adalah bukti cinta seorang beriman kepada makhluk hidup yang telah mati. Karena itu, sebaiknya dikuburkan daripada dibuang begitu saja.

Alasan logis soal wajib tidaknya mengubur kucing yang tertabrak juga pernah dijelaskan oleh Prof. Quraisy Syihab

Beliau berkata kurang lebih seperti ini

Jika menabrak orang saja kita lari, lalu kenapa menabrak kucing kita anggap wajib. Kan lebih mulia manusia dari pada kucing?

Dan hal penting yang perlu diketahui sahabat TrendQuran Family semua. Bahkan, bisa saja seseorang masuk neraka karena menabrak kucing manakala ia beranggapan bahwa semua yang terjadi pada dirinya setelah ia menabrak kucing itu disebabkan karena kucing yang mati tersebut. Pasalnya, ini bisa menjadikan ia syirik, karena menganggap kucing sebagai pembawa bencana.

Lalu, pertanyaan ketiga, jika seandainya kita memilih akan mengubur kucing yang mati, bagaimanakah caranya?

Mengenai tempatnya, di Amerika misalnya, ada standar mengubur hewan peliharaan, yaitu dikubur setidaknya 30 meter dari sumur, sungai, atau danau. Tujuannya, tentunya bukan karena mitos teman-teman, tapi supaya tidak merusak kualitas air, karena bangkai kucing itu sendiri.

Adapun sebelum mayat kucing dimasukkan ke dalam lubang, masukkan dalam kantong plastik dan ikat agar tidak terbuka.

Jadi tidak wajib pakai kain kafan segala teman-teman he he he, apalagi pakai kemenyan dan sebagainya. Karena, lagi-lagi ini bukan karena alasan tahayyul, tapi hanya untuk meminimalisir bau bangkai yang keluar yang bisa menggangu tetangga.

Adapun untuk lubang bangkai kucing, menurut laman Metro, usahakan untuk membuat lubang 2 kali panjang kucing dengan kedalaman 30 cm. Terkait lebar, sesuaikan dengan ukuran badan si kucing saja.

Jadi kesimpulannya, tidak wajib mengubur kucing yang kita tabrak, baik sengaja atau tidak. Tapi, bila memilih untuk menyingkirkan bangkainya dari jalan, apalagi sampai menguburnya maka itu lebih baik, karena ia adalah salah satu binatang kesayangan Nabi. Dan mencintai apa yang disayangi oleh nabi maka itu bagian dari cinta kita dan uapaya kita juga meniru akhlak mulia beliau. Bukankan sudah dijelaskan dalam Al-Qur’an

Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu. Al-Qur’an surah Al-Ahzab ayat 22

Oke, teman-teman TrendQuran Family. Cukup sampai di sini pembahasan kita soal apakah wajib mengubur kucing mati yang kita tabrak dan hukum menabrak kucing tidak sengaja menurut Islam. Baca juga: Alasan Kenapa Nabi Isa yang Harus Membunuh Dajjal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d blogger menyukai ini: